Senin, 04 Januari 2016

rangkuman jurnal tugas 2

Jurnal Bumi Lestari, Volume 13 No. 2, Agustus 2013, hlm. 307-317
PENILAIAN DAUR HIDUP BOTOL PET (POLYETHYLENA TEREPHTALATE) PADA PRODUK MINUMAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) OF PET (POLYETHYLENA TEREPHTALATE) BOTTLES FOR DRINKUNG PRODUCT
Mohamad Yani1)*, Endang Warsiki 2)*, dan Noviana Wulandari3)*
1) Laboratorium Teknik dan Manajemen Lingkungan, 2,3) Laboratorium Pengemasan dan Transportasi,
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Kotak Pos 220, Bogor 16680, Indonesia.
*email: f226yani@gmail.com, moh.yani@ipb.ac.id, endangwarsiki@gmail.com, noviana_w@yahoo.com

PENDAHULUAN
polusi masyarakat akan meningkat konsumsi berbagai jenis makanan dan minuman. Bahan kemasan polyethylene terephtalate (PET) adalah suatu resin polimer plastik termoplastis dari kelompok poliester. Sebagian besar bahan kemasan plastik tidak dapat di daur ulang oleh lingkungan, sehingga perlu dilakukan suatu pengkajian mengenai jenis kemasan yang paling baik terhdapa lingkungan dengan menggunakan metode Life CycleAssesment (LCA). Penelitian LCA pada industri minuman, pada umumnya adalah pembanding beberapa jenis bahan kemasan, terutama penggunaan kemasan botol sekali pakai (disposable) dan isi ulang (refillable), baik botol jenis gelas maupun plastic (Arvanitoyamis,2008). Pasqualino et al. (2011) mengkaji proses daur ulang berbagai bahan kemasan minuman terhadap konsumsi energy dan pemanasan global. Nessi et al. (2012) telah mengkaji daur ulang botol PET dan gelas dalam system isi ulang. Tujuann penelitian ini addalah untuk mengidentifikasi siklus hidup kemasan botol PET pada produk minuman teh mencakup analisis inventori dari sisi kebutuhan bahan baku, kebutuhan energy pada proses produksi, dan menilai dampak pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah, dan analisis biaya.

Metodologi
Penelitian LCA kemasan PET dilakukan pada perusahaan minuman the di jawa barat dan jawa timur. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Dta yang digunakan meliputi : proses produksi dan daur ulang botol PET, kebutuhan bahan baku dan energi, pencemaran udara (CO2, NOx, SOx, dan debu), pencemaran air (COD dan BOD), dan kebutuhan biaya.

Hasil dan Pembahasan
Menururt ISO 14040 (ISO 2006),pemilihan kategori dampak harus konsisten dengan tujuan dan ruang lingkup penelitian, dan mencerminkan isu-isu lingkungan utama yang berhubungan dengan system produk/jassa.
Siklus hidup kemasan botol PET, diawali dengan proses produksi kemudian kemasan botol PET yang telah selesai di produksi digunakan untuk mengemas produk minuman teh. Produk tersebut akan disalurkan ke konsumen melalui distributor dan konsumen akan memanfaatkan produk tersebut sehingga dihasilakn limbah kemasan yang berpotensi mencemari lingkungan. Pencemaran tersebut dapat terjadi karena kemasan botol PET tidak dapat didaur- ulang oleh lingkungan. Pengolahan dan pembentukan botol kemasan PET dalam bentuk perform untuk dikirimkan ke pengguna atau pabrik minuman teh. Kemasan botol PET dibuat dengan cara blow molding (awaja dan pavel, 2007). Pada proses produksi botol PET, limbah yang banyak dihasilkan adalah limnbah padat yang berupa perform dalam botol PET yang tidak memenuhi standar. Perform dan botol PET yang tidak memenuhi standar tersebut akan dijual ke industry yang membutuhkan, seperti produk rumah tangga dan tidak digunakan kembali dalam sebagian bahan baku produksi kemasan botol PET.
Kegiatan daur ulang limbah botol kemasan PET dimulai dari pengumpulan,pemilihan tutup botol dan label serta disortasi berdasarkan warna, kemudian botol diolah menjadi serpihan PET melalui tahapan proses penggilingan, pencucian, dan pengeringan. Khusus untuk limbah kemasan PET dilakukan pencucian dan pencacahan menjadi serpihan yang siap dijual. Serpihan yang sudah kering di sortasi kembali dari kotoran kemudian dikemas dan dikirim ke industri pengolahan plastik.
Cemaran lingkungan yang terjadi selama siklus hidup kemasan PET meliputi cemaran komponen fisik kimia (limbah udara, debu, kebisingan, limbha padat dan air limbah). Pada proses produksi botol PET limbah yang dihasilkan dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu, limbah padat, gas, debu, dan kebisingan. Penanggulangan cemaran lingkungan yang terjadi selama siklus hidup kemasan botol PET dapat dilakukan dengan cara memperpendek siklus hidup dari kemasn botol PET yang dapat dilakukan dengan cara menyediakan tempat penampungan yng berfungsi untuk menampung botol-botol PET bekas.

Simpulan dan Saran
Berdasarkan analisis inventori siklus hidup PET, dalam pembuatan botol PET untuk minuman teh 600mL, diperlukanresin PET adalah 28g/botol, energi untuk prosesproduksi dan transportasi. Produksi kemasan PET menghasilkan produk cacat. Proses daur-ulang limbah PET menjadi serpihan dengan harga jualyang cukup tinggi dibandingkan gelas. Serpihan ini belum didaur-ulang menjadi bahan pencampur produksi kemasan botol PET, tetapi dimanfaatkan untuk produk plastik atau dibakar sebagai bahan bakar. Analsis dampak lingkungan dari siklus produksi kemasan PET menghasilkan cemaran udara, kebisingan dan air limbah yang masih baik. Secara
umum, kegiatan tersebut berdampak negatif, tetapi tidak membahayakan lingkungan. Kegiatan siklus kemasan PET berpotensi menimbulkan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan hujan asam. Analisis biaya produksi berkaitan dengan
penggunaan jumlah bahan baku dan energi, sehingga menentuan harga jual produk. Harga jual kemasan botol PET adalah setengah dari harga jual botol gelas, sedangkan harga jual limbah serpihan PET tiga kali lebih tinggi dari pada pecahan gelas. Kemasan PET lebih praktis, murah dan hemat tetapi sulit didaur-ulang, sehingga kurang ramah lingkungan. Beberapa data penelitian Life Cycle Assessment (LCA) kemasan botol PET masih secara kualitatif, khususnya analisis dampak lingkungan. Kajian analisis dampak lingkungan fisik, kimia, biologi dan sosial-ekonomi perlu dilakukan untuk melihat lebih jauh dampak lingkungan dari LCA kemasan botol PET.

http://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/6647/5080

Daftar Pustaka

Almeida, C.M.V.B., Rodrigues, A.J.M., Bonilla, S.H., and Giannetti B.F. 2010. “ Emergy as a tool for Ecodesign:
evaluating materials selection for beverage packages in Brazil”. Journal of Cleaner Production 18.
32-43.
Arvanitoyannis, I.S. 2008. ISO 14040: Life Cycle Assessment (LCA) – Principles and Guidelines. Chap 3.
In Waste Management for the Food Industries. Elsevier Inc.
Awaja, F. and Pavel, D., 2005. “Injection stretch blow moulding process of reactive extruded recycled PET
and virgin PET blends. European Polymer Journal 41 (11). 2614-2634.
Barboza, E.S., Lopez, D.R., Amico, S.C., and Ferreira, C.A. 2009. “Determination of a recyclability index for
the PET glycolysis”. Resources, Conservation and Recycling 53. 122–128.
Baumann, H. and Tillman, A.M. 2002. The Hitchhiker’s Guide to LCA. Chalmers University of Technology,
Goteborg, Sweden.
Corbitt, R.A. 2004. Standard Handbook Of Environmental Engineering. http://
www.digitalengineeringlibrary.com. The McGraw-Hill Companies. diakses tanggal 30 Mei 2011.
Drive, R.B., 2006. Life Cycle Assessment: Principles and Practice. National Risk Management Research
Laboratory Office of Research and Development U.S Environmental Protection Agency, Ohio.
Grimes, H.G., Seager, T.P, Theis, T.L., and Powers, S.E. 2007. “A game theory framework for cooperative
management of refillable and disposable bottle lifecycles”. Journal of Cleaner Production 15. 1618-
1627. Huang, C.C., and Ma, H.W. 2004. “A multi-dimensional environmental evaluation of packaging
materials”. Science of the Total Environment 324. 161–172.
ISO 14040. 2006. Environmental Management - Life Cycle Assessment- Principle and Framework.
International Organisation for Standardisation (ISO), Geneva, Switzerland.
Kep.Menaker. 1997. Surat Edaran Menaker No. 1 tahun 1997 Tentang Baku Mutu Lingkungan Kerja.
Kementrian Tenaga Kerja Indonesia, Jakarta.
Kep.Menaker. 1999. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 51 Tahun 1999 Tentang Baku Mutu Kebisingan.
Kementrian Tenaga Kerja Indonesia, Jakarta.
Madival, S., Auras, R., Singh, S.P., and Narayan, R. 2009. “Assessment of the environmental profile of PLA,
PET and PS clamshell containers using LCA methodology”. Journal of Cleaner Production 17.
1183–1194.
Malik, A.B. 2004. Comparative LCA soft drink containers and their respective waste management system
in Hungary and Mexico. PhD thesis at Graduate Program at University of Miskolc, Hungary.
Neri, P., Olivieri, G., and Falconi, F. 2007. Life Cycle Assessment for the preparation of an Environmental
Product Declaration (EPD) of Cerelia natural mineral water packaged in PET bottle 1.5l and
Glass bottle 1l, LCA-lab SRL, doc. RT.02_Rev.02, 1 Giugno (pp.1-67), Bologna.
Nessi, S., Rigamonti, L., and Grosso, M. 2012. “LCA of waste prevention activities: A case study for drinking
water in Italy”. Journal of Environmental Management 108. 73-83.
Pasqualino, J., Meneses, M., and Castells, F. 2011. “The carbon footprint and energy consumption of
beverage packaging selection and disposal”. Journal of Food Engineering 103. 357–365.
Turconi, R., Butera, S., Boldrin, A., Grosso, M., Rigamonti, L., and Astrup, T. 2011. “Life cycle assessment of
waste incineration in Denmark and Italy using two different LCA models”. Waste Manag. Res. 29 (10).
78-90.
Vellini, M. and Savioli, M. 2009. “ Energy and environmental analysis of glass container production and
recycling”. Energy 34. 2137–2143.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar