Jurnal Bumi Lestari, Volume 13 No. 2, Agustus 2013, hlm. 307-317
PENILAIAN
DAUR HIDUP BOTOL PET (POLYETHYLENA TEREPHTALATE) PADA PRODUK MINUMAN LIFE CYCLE
ASSESSMENT (LCA) OF PET (POLYETHYLENA TEREPHTALATE) BOTTLES FOR DRINKUNG
PRODUCT
Mohamad
Yani1)*, Endang Warsiki 2)*, dan Noviana Wulandari3)*
1)
Laboratorium Teknik dan Manajemen Lingkungan, 2,3) Laboratorium Pengemasan dan
Transportasi,
Departemen
Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Institut
Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Kotak Pos 220, Bogor 16680, Indonesia.
*email:
f226yani@gmail.com, moh.yani@ipb.ac.id, endangwarsiki@gmail.com,
noviana_w@yahoo.com
PENDAHULUAN
polusi masyarakat akan meningkat konsumsi berbagai
jenis makanan dan minuman. Bahan kemasan polyethylene
terephtalate (PET) adalah suatu resin polimer plastik termoplastis dari
kelompok poliester. Sebagian besar bahan kemasan plastik tidak dapat di daur
ulang oleh lingkungan, sehingga perlu dilakukan suatu pengkajian mengenai jenis
kemasan yang paling baik terhdapa lingkungan dengan menggunakan metode Life CycleAssesment (LCA). Penelitian
LCA pada industri minuman, pada umumnya adalah pembanding beberapa jenis bahan
kemasan, terutama penggunaan kemasan botol sekali pakai (disposable) dan isi
ulang (refillable), baik botol jenis gelas maupun plastic (Arvanitoyamis,2008).
Pasqualino et al. (2011) mengkaji proses daur ulang berbagai bahan kemasan
minuman terhadap konsumsi energy dan pemanasan global. Nessi et al. (2012)
telah mengkaji daur ulang botol PET dan gelas dalam system isi ulang. Tujuann penelitian
ini addalah untuk mengidentifikasi siklus hidup kemasan botol PET pada produk
minuman teh mencakup analisis inventori dari sisi kebutuhan bahan baku,
kebutuhan energy pada proses produksi, dan menilai dampak pencemaran lingkungan,
pengelolaan limbah, dan analisis biaya.
Metodologi
Penelitian LCA kemasan PET
dilakukan pada perusahaan minuman the di jawa barat dan jawa timur. Jenis data
yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Dta yang
digunakan meliputi : proses produksi dan daur ulang botol PET, kebutuhan bahan
baku dan energi, pencemaran udara (CO2, NOx, SOx, dan debu), pencemaran air
(COD dan BOD), dan kebutuhan biaya.
Hasil
dan Pembahasan
Menururt ISO 14040 (ISO
2006),pemilihan kategori dampak harus konsisten dengan tujuan dan ruang lingkup
penelitian, dan mencerminkan isu-isu lingkungan utama yang berhubungan dengan
system produk/jassa.
Siklus hidup kemasan botol PET, diawali dengan
proses produksi kemudian kemasan botol PET yang telah selesai di produksi
digunakan untuk mengemas produk minuman teh. Produk tersebut akan disalurkan ke
konsumen melalui distributor dan konsumen akan memanfaatkan produk tersebut
sehingga dihasilakn limbah kemasan yang berpotensi mencemari lingkungan.
Pencemaran tersebut dapat terjadi karena kemasan botol PET tidak dapat didaur-
ulang oleh lingkungan. Pengolahan dan pembentukan botol kemasan PET dalam
bentuk perform untuk dikirimkan ke pengguna atau pabrik minuman teh. Kemasan
botol PET dibuat dengan cara blow molding (awaja dan pavel, 2007). Pada proses
produksi botol PET, limbah yang banyak dihasilkan adalah limnbah padat yang
berupa perform dalam botol PET yang tidak memenuhi standar. Perform dan botol
PET yang tidak memenuhi standar tersebut akan dijual ke industry yang
membutuhkan, seperti produk rumah tangga dan tidak digunakan kembali dalam
sebagian bahan baku produksi kemasan botol PET.
Kegiatan daur ulang limbah botol kemasan PET dimulai
dari pengumpulan,pemilihan tutup botol dan label serta disortasi berdasarkan
warna, kemudian botol diolah menjadi serpihan PET melalui tahapan proses
penggilingan, pencucian, dan pengeringan. Khusus untuk limbah kemasan PET
dilakukan pencucian dan pencacahan menjadi serpihan yang siap dijual. Serpihan yang
sudah kering di sortasi kembali dari kotoran kemudian dikemas dan dikirim ke industri
pengolahan plastik.
Cemaran lingkungan yang terjadi selama siklus hidup
kemasan PET meliputi cemaran komponen fisik kimia (limbah udara, debu,
kebisingan, limbha padat dan air limbah). Pada proses produksi botol PET limbah
yang dihasilkan dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu, limbah padat, gas,
debu, dan kebisingan. Penanggulangan cemaran lingkungan yang terjadi selama
siklus hidup kemasan botol PET dapat dilakukan dengan cara memperpendek siklus
hidup dari kemasn botol PET yang dapat dilakukan dengan cara menyediakan tempat
penampungan yng berfungsi untuk menampung botol-botol PET bekas.
Simpulan
dan Saran
Berdasarkan analisis inventori
siklus hidup PET, dalam pembuatan botol PET untuk minuman teh 600mL, diperlukanresin
PET adalah 28g/botol, energi untuk prosesproduksi dan transportasi. Produksi
kemasan PET menghasilkan produk cacat. Proses daur-ulang limbah PET menjadi
serpihan dengan harga jualyang cukup tinggi dibandingkan gelas. Serpihan ini belum
didaur-ulang menjadi bahan pencampur produksi kemasan botol PET, tetapi
dimanfaatkan untuk produk plastik atau dibakar sebagai bahan bakar. Analsis
dampak lingkungan dari siklus produksi kemasan PET menghasilkan cemaran udara, kebisingan
dan air limbah yang masih baik. Secara
umum, kegiatan tersebut berdampak
negatif, tetapi tidak membahayakan lingkungan. Kegiatan siklus kemasan PET
berpotensi menimbulkan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan hujan
asam. Analisis biaya produksi berkaitan dengan
penggunaan jumlah bahan baku dan
energi, sehingga menentuan harga jual produk. Harga jual kemasan botol PET
adalah setengah dari harga jual botol gelas, sedangkan harga jual limbah
serpihan PET tiga kali lebih tinggi dari pada pecahan gelas. Kemasan PET lebih
praktis, murah dan hemat tetapi sulit didaur-ulang, sehingga kurang ramah lingkungan.
Beberapa data penelitian Life Cycle Assessment (LCA) kemasan botol PET
masih secara kualitatif, khususnya analisis dampak lingkungan. Kajian analisis
dampak lingkungan fisik, kimia, biologi dan sosial-ekonomi perlu dilakukan
untuk melihat lebih jauh dampak lingkungan dari LCA kemasan botol PET.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/6647/5080
Daftar Pustaka
Almeida, C.M.V.B., Rodrigues,
A.J.M., Bonilla, S.H., and Giannetti B.F. 2010. “ Emergy as a tool for
Ecodesign:
evaluating materials selection
for beverage packages in Brazil”. Journal of Cleaner Production 18.
32-43.
Arvanitoyannis, I.S. 2008. ISO
14040: Life Cycle Assessment (LCA) – Principles and Guidelines. Chap 3.
In Waste Management for the Food
Industries. Elsevier Inc.
Awaja, F. and Pavel, D., 2005. “Injection
stretch blow moulding process of reactive extruded recycled PET
and virgin PET blends”. European
Polymer Journal 41 (11). 2614-2634.
Barboza, E.S., Lopez, D.R.,
Amico, S.C., and Ferreira, C.A. 2009. “Determination of a recyclability index
for
the PET glycolysis”. Resources,
Conservation and Recycling 53. 122–128.
Baumann, H. and Tillman, A.M.
2002. The Hitchhiker’s Guide to LCA. Chalmers University of Technology,
Goteborg, Sweden.
Corbitt, R.A. 2004. Standard
Handbook Of Environmental Engineering. http://
www.digitalengineeringlibrary.com.
The
McGraw-Hill Companies. diakses tanggal 30 Mei 2011.
Drive, R.B., 2006. Life Cycle
Assessment: Principles and Practice. National Risk Management Research
Laboratory Office of Research and
Development U.S Environmental Protection Agency, Ohio.
Grimes, H.G., Seager, T.P, Theis,
T.L., and Powers, S.E. 2007. “A game theory framework for cooperative
management of refillable and
disposable bottle lifecycles”. Journal of Cleaner Production 15. 1618-
1627. Huang, C.C., and Ma, H.W.
2004. “A multi-dimensional environmental evaluation of packaging
materials”. Science of the
Total Environment 324. 161–172.
ISO 14040. 2006. Environmental
Management - Life Cycle Assessment- Principle and Framework.
International Organisation for
Standardisation (ISO), Geneva, Switzerland.
Kep.Menaker. 1997. Surat
Edaran Menaker No. 1 tahun 1997 Tentang Baku Mutu Lingkungan Kerja.
Kementrian Tenaga Kerja
Indonesia, Jakarta.
Kep.Menaker. 1999. Keputusan
Menteri Tenaga Kerja No. 51 Tahun 1999 Tentang Baku Mutu Kebisingan.
Kementrian Tenaga Kerja
Indonesia, Jakarta.
Madival, S., Auras, R., Singh,
S.P., and Narayan, R. 2009. “Assessment of the environmental profile of PLA,
PET and PS clamshell containers
using LCA methodology”. Journal of Cleaner Production 17.
1183–1194.
Malik, A.B. 2004. Comparative
LCA soft drink containers and their respective waste management system
in Hungary and
Mexico.
PhD thesis at Graduate Program at University of Miskolc, Hungary.
Neri, P., Olivieri, G., and
Falconi, F. 2007. Life Cycle Assessment for the preparation of an
Environmental
Product
Declaration (EPD) of Cerelia natural mineral water packaged in PET bottle 1.5l
and
Glass bottle 1l,
LCA-lab SRL,
doc. RT.02_Rev.02, 1 Giugno (pp.1-67), Bologna.
Nessi, S., Rigamonti, L., and
Grosso, M. 2012. “LCA of waste prevention activities: A case study for drinking
water in Italy”. Journal of
Environmental Management 108. 73-83.
Pasqualino, J., Meneses, M., and
Castells, F. 2011. “The carbon footprint and energy consumption of
beverage packaging selection and
disposal”. Journal of Food Engineering 103. 357–365.
Turconi, R., Butera, S., Boldrin,
A., Grosso, M., Rigamonti, L., and Astrup, T. 2011. “Life cycle assessment of
waste incineration in Denmark and
Italy using two different LCA models”. Waste Manag. Res. 29 (10).
78-90.
Vellini, M. and Savioli, M. 2009.
“ Energy and environmental analysis of glass container production and
recycling”. Energy 34. 2137–2143.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar