PENYISIHAN KEKERUHAN PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR SUNGAI TEMBALANG DENGAN TEKNOLOGI RAPID SAND FILTER
Nama : Fera Fitria
Nim : 41615010052
Latar Belakang
Desain dari teknologi rapid sand filter berbeda antara satu tempat debgan tempat yang lain karena memiliki perbedaan dari influentnya. Hal tersebut melatarbelakangi pengolahan air sungai di tembalang agar didapat desain yang optimal, efektif, dan efisien sehingga hasil keluaran dari rapid sand filter dapat digunakan masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola pengoperasian rapid sand filter dengan umpan iar sungai tembalang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah loading rate (10,11,12 gpm/fr2), tinggi media filter (60 dan 100 cm), serta penambahan koagulan terhadap air umpan. Ketersedian air yang cukup secara kuantitas, kualitas, dan kontuinitas sangat penting untuk keelangsungan hidup manusia. Yang menjadi masalah utama adalah kuakitas dan kuantitas air tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Terbatasnya jumlah air bersih tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dunia yang menyebabkan konsumsi air segar meningkat drastis. Krisis air bersih juga di sebabkan oleh penurunan kualitas air sebagai akibat dari pencemaran dan kegiatan manusia.
Rapid sand filter dapat digunakan untuk mengurangi padatan tersuspensi dan tingkat kekeruhan. Distem ini menggunakan media pasir sebagai filter bed, dimana suspended solid akan tertahan pada permukaan media pasir. Tersapat dua mekanisme penting dalam rapid sand filter yaitu, mekanisme perpindahhan dan penempelan. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penggunaan rapid sand filter pada pengolahan air sungai tembalang untuk memperoleh desaain yang optimal, efektif, dan efisien. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan kekeruhan, akan dikaji pengaruh loading rate, ketinggian media filter dan prises pretreatment terhadap tingkat kekeruhan affluent.
Hasil Penelitian
Umpan yang digunakan adalah air sungai tembalang yang terletak disekitar Universitas Diponegoro. Sebelum pengambilan data dilakukan, filajukan pengukuran diameter efektif dan uniformity coefficient dari pasir yang digumakan. Variabel bebas yang ditentukan adalah loading rate 10,11,12 gpm/ft2 serta tinggi media filter 60 dan 100 cm. Air dari sungai tembalang ditampungg kedalam bak penampungan.operasi filter dimulai debgan dialirkannya air umpan kesalam kolom rapid sand filter. Setiap 5 menit dilakukan pencatatan kekeruhan. Prosedur ini dilakukan selama 60 menit. Setelah prosedur selesai maka dilajukan operasi backwash atau pencucian media filter selama 5 menit. Diameter efektif dan uniformity coefficient berpengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss yang terjadi pada filter. Semakin kecil diameter effektif yang digunakan maka penyisihan kekeruhan akan semakin baik. Hal ini dikarenakan semakin kecil diameter efektif, porositas media filter akan tertahan diatas permukaan pasir. Ketinggian media filter mempunyai pengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss. Semakin tinggi media bed yang dipakai mmaka penyisihan kekeruhan akan semakin baik namun headloss yang dihasilkan akan semakin besar. Hal ini dikarenakan semakin tinggi media filter maka semakin banyak ruang kosong antara partikel sehingga partikel yang terjebak dalam media filter akan lebih banyak dan penyisihan kekeruhan semakin baik. Semakin tinggi media filter juga dapat menyebabkan semakin besarnya headloss yang dihasilkan dan semakin ceoat clogging yang terjadi sehingga media filter harus di backwash agar hasil keluaran mencapai target yang di tentukan. Kualitas effluent tidak banyak dipengaruhi oleh kebaikan loading rate. Dan performa prisea filtrasi lebih tergantung pada karakteristik air influent, level, koagulasi, pretreatment, dan konfigurasi media. Pada penambahan koagulan teejadi pembentukan partikel, perubahan distribusi ukuran partikel dan perubahan karakteristik permukaan partikel.koagulasi adakah proses pengkondisian partikel padatan tersuspensi untuk terjadi gumpalan dan menghasilkan partikel yang lebih besar yang lebih mudah dihilangkan pada prises filtrasi. Kekeruhan dakam air disebabkan oleh padatan tersuspensi dalam bentuk lumpur kasar, lumpur hakus, dan koloid . Permukaan koloid memiliki muatan listrik sehingga koloid sulit untuk bersatu membentuk partikel yang berukuran lebih besar , akibatnya partikel stabil dan sulit untuk mengendap. Proses koagulasi diperlukan untuk menstabilkan koloid-koloid tersebut.
Kesimpulan
Variabel tinggi media filter memberikan effisiensi penyisihan kekeruhan yang tinggi adalah tinggi 100 cm.
Peluang penelitian selanjutnya
Tidak dilakukan penelitian selanjutnya lagi karena penelitian ini sudah cukup berhasil
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki
Selasa, 27 Oktober 2015
prinsip kesetimbangan kimia
Prinsip Kesetimbangan Kimia
KESETIMBANGAN
KIMIA
Keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan
dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya
terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan
laju terbentuknya produk.
KESETIMBANGAN KIMIA
BERSIFAT
DINAMIS
Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik
pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi
(terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi secara makroskopis
melainkan secara mikroskopis (partikel zat).
CIRI-CIRI KEADAAN SETIMBANG
Ciri-ciri keadaan suatu reaksi
bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut.
Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.
Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
Konsentrasi produk dan reaktan tetap.Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi
beberapa faktor :
Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.
Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
Konsentrasi produk dan reaktan tetap.Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi
beberapa faktor :
1. KONSENTRASI ZAT
2. TEMPERATUR
3. TEKANAN ATAU VOLUME
2. TEMPERATUR
3. TEKANAN ATAU VOLUME
PENGARUH
KONSENTRASI ZAT TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah
konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 Kj
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 Kj
PENGARUH
TEMPERATUR TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA
Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi
kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
—Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi
kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh : Pada persamaan reaksi
—[A] + [B] <==> [C] H = -X
[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan
[A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor).
PENGARUH TEKANAN DAN VOLUME TERHADAP KESETIMBANGAN
KIMIA
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil
maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih
kecil. Apabila tekanan pada sistem
diperkecil/volume ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan
bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar.
"Tekana: Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2
Jumlah mol produk = 2
KATALISATOR
Untuk mempercepat proses kesetimbangan kimia,sering dipergunakan zat
tambahan lain yaitu katalisator. Dalam sistem kesetimbangan, katalisator tidak
mempengaruhi letak kesetimbangan, katalisator hanya berperan mempercepat reaksi
yang berlangsung, mempercepat terjadinya keadaan setimbang, pada akhir reaksi
katalisator akan terbentuk kembali. Katalis tidak dapat menggeser kesetimbangan
kimia.
Contoh Katalis dalam Reaksi Kimia
Hidrogen peroksida akan terurai menjadi air dan gas oksigen. Dua molekul hidrogen peroksida akan menghasilkan dua molekul air dan satu molekul oksigen. Katalis kalium permanganat dapat digunakan untuk mempercepat proses ini. Menambahkan kalium permanganat dengan hidrogen peroksida akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan panas, dan uap air akan keluar.
Konverter katalitik pada mobil mengandung platinum, yang berfungsi sebagai katalis untuk mengubah karbon monoksida, yang beracun, menjadi karbon dioksida.
Jika Anda menyalakan korek di sebuah ruangan yang mengandung gas hidrogen dan gas oksigen, akan ada ledakan dan sebagian besar hidrogen dan oksigen akan bergabung untuk menciptakan molekul air.
Kesetimbangan Kimia Dalam Industri
Contoh Katalis dalam Reaksi Kimia
Hidrogen peroksida akan terurai menjadi air dan gas oksigen. Dua molekul hidrogen peroksida akan menghasilkan dua molekul air dan satu molekul oksigen. Katalis kalium permanganat dapat digunakan untuk mempercepat proses ini. Menambahkan kalium permanganat dengan hidrogen peroksida akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan panas, dan uap air akan keluar.
Konverter katalitik pada mobil mengandung platinum, yang berfungsi sebagai katalis untuk mengubah karbon monoksida, yang beracun, menjadi karbon dioksida.
Jika Anda menyalakan korek di sebuah ruangan yang mengandung gas hidrogen dan gas oksigen, akan ada ledakan dan sebagian besar hidrogen dan oksigen akan bergabung untuk menciptakan molekul air.
Kesetimbangan Kimia Dalam Industri
Konsep reaksi kesetimbangan banyak di terapkan dalam bidang industri. Beberapa
industriyang menerapkan konsep reaksi kesetimbangan adalah industri amonia,
asam sulfat, dan asamnitrat.
1.Industri amonia (NH3)
Amonia (NH3) merupakan gas yang tidak berwarna dengan bau menyengat dan sangatmudah larut dalam air. Amonia ini biasanya di gunakan dalam refrigerator dan dalam pembuatan pupuk, bahan peledak, dan plastik serta bahan kimia lainnya. Selainitu,amonia juga di gunakan sebagai pelarut.
2.Pembuatan H2SO4(aq)
(Asam sulfat)Proses kontak dilakukan untuk membuat H2SO4(aq) yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cat, pupuk, zat warna , detergen, dan larutan elektrolit dalam aki.
3.Pembuatan HNO3(Asam Nitrat)
Senyawa HNO3 merupakan bahan kimia penting yang digunakan sebagai bahan bakuuntuk peledak. Bahan peledak yang memakai bahan baku HNO3 dapat menimbulkan ledakan dahsyat. Contoh bahan peledak yang menggunakan HNO3, yaitu TNT
Senin, 26 Oktober 2015
TERMOKIMIA
Termokimia
Nama
kelompok
Eva
pebrianty purnama(41615010061)
Fera fitria(41615010052)
TERMOKIMIA
Ialah cabang
kimia yang berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia
atau dengan perubahan keadaan fisika.
Secara
umum,termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia.
Termokimia
digunakan memperikirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses proses
berikut.
· Reaksi kimia
· Perubahan fase
· Pembentukan larutan
Sebagian besar ciri-ciri dalam termodinamika berkembang dari penerapan
hukum I termodinamika,hukum ‘kekekalan’ energi,untuk fumgsi keadaan berikut
ini.
§ Energi entalpi (U)
§ Entalpi (H)
§ Entropi (s)
§ Energi bebas gibbs (G)
TERMOKIMIA:
· Hukum termodinamika
· Reaksi eksotern dan endotrn
· Sistem dan lingkungan
· Entalpi reaksi
· Kalorimeter
· Hukum hess
· Entalpi reaksi berdasarkan data
perubahan
· Energi ikatan
Energy entalpi
- Entalpi pembentukan
standar
-Entalpi penguraian
standar
-Entalpi pembakaran
standar
-Entalpi perlarutan
standar
HUKUM TERMOKIMIA
Asas kekekalan energi
menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi energi
tidak apat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Jumlah energi yang
dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E).
Jika sistem menyerap
kalor,maka E>0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor,E>0.
Hubungan antara energi
dalam.kalor dan keda dirumuskan dalam hukum termodinamika.
E=q+w
Keterangan:
E=perubahan energi dalam
q=jumlah kalor yang diserap atau dilepas
sistem
q=+ jika sistem menyerap/menerima kalor
q=-jumlah sistem melepaskan kalor
w=jumlah kalor yang diterima/dilakukan sistem
w=+ jika sistem menerima kerja
w=- jika sistem melakukan kerja
Sistem adalah sejumlah
zat atau campuran yang di pelajari sifat-sifat dan perilakunya ( bagian dari
alam yang sedang jadi pusat perhatian).
Interaksi antara sistem
dan lingkungan dapat berupa pertukaran materi dan energi.
Reaksi eksotern dan
endotrn
REAKSI EKSOTERN:
ü Energi panas/kalor pindah dari sistem
kelingkungan.
ü Perubahan entalpi = H < 0
ü Reaksinya melepas dan umumnya
berlangsung spontan.
Terjadi penurunan entalpi.
REAKSI ENDOTRN:
-Energi panas/kalor pindah dari lingkungan ke sistem
-Energi panas/kalor pindah dari lingkungan ke sistem
-Perubahan entalpi = H > 0
-Reaksinya menyerap kalor dan umunya
tidak berlangsung spontan.
-Terjadi kenaikan
entalpi.
Perubahan entalpi
Entalpi = H = kalor
reaksi padatekanan tetap = Qp perubahan entalpi adalah perubahan energi yang
menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.
Pemutusan ikatan
membutuhkan energi ( endotern )
contoh: H2- 2H – a kj ; DH= +akJ
Pembentukan ikatan
memberikan energi (eksotern)
contoh: 2H- H2+a kj;DH =-a kj
HUKUM HESS
Hukum ini diajukan oleh
germain hess,menyatakan bahwa entalphi realsi (H) hanya tergantung pada keadaan
awal reaksi dan hasil reaksi dan tidak bergantung bpada jalannya reaksi.
jika suatu reaksi merupakn aljabar dari
dua atau lebih reaksi,maka perubahan entalphi(H)atau kalor reaksinya juga
merupakan penjumlahan aljabar dari(H) yang menyertai reaksi.
berdasarkan persamaan reaksi gas karbon diokssida dapat terbentuk
melalui dua tahap,yang pertama pembentukan karbonmonoksida dari unsur-unsurnya
dan dilanjutkan dengan oksidasi dan karbonmonoksida menjadi karbondioksida.
MATERI DAN PERUBAHAN MATERI
MATERI DAN PERUBAHAN MATERI
NAMA : FERA FITRIA
SHABIQ DZIKRULLAH
- APA ITU MATERI?
Menurut Pakar Sains,materi adalah segala sesuatu yang
memiliki ruang dan massa. Pengertian ruang menggambarkan bahwa
materi memiliki tempat hunian yang dapat ditentukan dari volumenya, sedangkan
massa menggambarkan jumlah partikel yang dikandungnya. Keberadaan massa dari
materi dapat ditunjukkan oleh beratnya. Adanya dua besaran yang dimiliki
materi, yakni massa dan volume
dapat digunakan untuk mengenal dan
membedakan materi.
Ex : antara air
dan bensin, jika kedua cairan itu massanya sama maka volumenya tidak akan sama,
begitu juga sebaliknya, jika volumenya sama makan massanya akan berbeda
- PERUBAHAN MATERI
Keadaan materi dapat dikenali berdasarkan sifat fisik maupun
kimiawinya. Sifat fisik suatu materi dinyatakan melalui wujud, warna,
titik leleh, dan lainnya. Sedangkan sifat kimia suatu materi dapat
diketahui dari kemampuan melakukan perubahan kimia.
Ex : bensin lebih mudah terbakar dibanding minyak tanah.
Perubahan materi sendiri terbagi menjadi 2, yaitu :
PERUBAHAN FISIKA
PERUBAHAN KIMIA
- PERUBAHAN FISIKA
Ex : Contoh perubahan fisika misalkan perubahan air menjadi es, atau
perubahan air menjadi uap air. Kedua perubahan ini tidak mengubah baik
sifat maupun struktur air. Perubahan yang terjadi hanya bersifat fisik,
dari cair menjadi padat (es) atau dari cair menjadi gas.
- PERUBAHAN KIMIA
Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang
menghasilkan jenis dan sifat berbeda dari zat semula, atau dinamakan
juga reaksi kimia. Dalam perubahan kimia, dihasilkan jenis materi yang
berbeda dengan materi semula, sehingga terdapat dua istilah yang
digunakan dalam reaksi kimia, yaitu : zat semula dinamakan reaktan atau pereaksi, dan zat yang terbentuk dinamakan hasil reaksi/produk reaksi.
Ex : Contoh perubahan kimia adalah pembakaran kayu, jika kayu dibakar
akan menghasilkan arang kayu, jika dibandingkan antara kayu dan arang
kayu keduanya memiliki jenis dan sifat yang berbeda, karena itu
pembakaran kayu bukan termasuk perubahan fisika, tetapi termasuk dalam
perubahan kimia. Pada pembakaran kayu, kayu dinamakan pereaksi/reaktan
dan arang kayu dinamakan hasil reaksi.
- MANFAAT PERUBAHAN MATERI
Prinsip-prinsip perubahan materi banyak dimanfaatkan untuk memperoleh bahan-bahan baru (new materials)
atau bahan yang jarang ditemukan di alam, tetapi sangat bermanfaat bagi
manusia dan lingkungan. Hampir semua industri yang memproduksi bahan
baku menggunakan prinsip-prinsip reaksi kimia.
Ex : Dalam industri plastik, zat-zat organik yang bersumber dari gas
alam dan minyak bumi diubah melalui proses kimia menjadi plastik,
seperti Polietilen (PE), Polipropilen (PP), dan Polivinilklorida (PVC).
PVC digunakan untuk pipa saluran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan
paralon.
- PENGGOLONGAN MATERI
Ada dua cara untuk menggolongkan materi, yaitu secara fisik
dan secara kimia. Penggolongan secara fisik lebih menekanan pada wujud
materi seperti padat, cair, dan gas, sedanngkan penggolongkan kimia
lebih menekankan terhadap komposisi dan struktur materi, seperti zat
tunggal dan campuran. Berdasarkan sifat kimia, materi digolongkan
menurut komposisi dan sifat materi.
- UNSUR
Unsur adalah zat murni yang tidak dapat diuraikan menjadi
zat-zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi
nuklir). Unsur merupakan bahan dasar penyusun materi. Sampai saat ini
dikenal 118 macam unsur alam dan unsur buatan, baik berupa unsur logam,
maupun unsur nonlogam. Pada umumnya unsur-unsur di alam tidak pada
keadaan bebas, melainkan berkoalisi membentuk suatu materi dinamakan
molekul.
Ex : karbon dan hidrogen dapat bergabung membentuk minyak bumi,
karbon dan kalsium serta oksigen bergabung membentuk kapur, dan banyak
lagi materi lain yang merupakan gabungan dua atau lebih unsur.
- SENYAWA
Berbeda dengan unsur, senyawa adalah zat murni yang dapat
terurai melalui reaksi kimia biasa membentuk zat-zat lain yang lebih
sederhana. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih yang terdapat
dalam suatu materi, yang dihasilkan melalui reaksi kimia.
Ex : Air tergolong senyawa, sebab dengan cara elektrolisis air dapat
terurai menjadi gas hidrogen dan gas oksigen, komposisi keduanya lebih
sederhana daripada air. Antara air, gas hidrogen, dan gas oksigen
masing-masing memiliki sifat fisik dan kimia berbeda.
- CAMPURAN
Campuran adalah suatu materi yang tersusun atas dua atau lebih
zat dengan komposisi tidak tetap dan masih memiliki sifat-sifat zat
asalnya. Dengan kata lain, suatu jenis materi dikatakan campuran jika
materi tersebut memiliki keragaman dalam komposisi dan sifat-sifat
asalnya masih tampak. Campuran dapat digolongkan ke dalam campuran
serbaneka (heterogen) dan campuran serbasama (homogen).
- HETEROGEN
Suatu materi dikatakan campuran serbaneka jika materi tersebut
memiliki komponen penyusun yang dapat dibedakan, dan sifat
masing-masing komponen penyusunnya masih nampak.
Ex : Campuran gula pasir dan garam dapur. Walaupun sama-sama berwarna
putih, kedua bahan tersebut masih dapat dibedakan, dan sifat
masing-masing bahan masih tampak (rasa asin dan manis masih terasa).
- HOMOGEN
Homogen adalah suatu campuran apabila keseluruhan materi
penyusun campuran itu tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya,
tetapi sifat masing-masing komponen penyusunnya masih tampak.
Ex : Contohnya air teh manis, dari sudut pandang campuran dari teh,
air, dan gula tampak serbasama, baik warna, rasa, maupun kekentalannya,
sehingga tidak dapat dibedakan mana teh, mana air, dan mana gula, tetapi
sifat dari masing-masing komponennya masih ada, seperti rasa manis
gula, warna cokelat dari teh, dan wujud cair yang berasal dari air.
- CARA MEMISAHKAN CAMPURAN SECARA FISIK
1. Penyaringan :
Di laboratorirum kimia, teknik ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran padat-cair. Dalam reaksi kimia yang menghasilkan endapan, padatan yang dihasilkan dapat dipisahkan dari cairannya menggunakan teknik penyaringan. Dalam penyaringan, zat yang lolos dari saringan dinamakan filtrat, dan yang tersaring dinamakan residu.
2. Rekristalisasi :
Teknik ini biasa digunakan untuk memperoleh kristal murni yang tercampur dengan pengotornya. Misalnya, pada reaksi antara raksa dan bromin dihasilkan dua macam senyawa, yaitu Raksa (II) Bromida sebagai hasil utama dan Raksa (I) Bromida sebagai hasil sampingan, kedua produk ini sifatnya berbeda. Pemisahan kedua produk tersebut dapat dilakukan dengan cara rekristalisasi berdasarkan perbedaan kelarutan di dalam air.
3. Distilasi :
Teknik ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran dalam bentuk cair, seperti air laut, yang merupakan campuran garam-garam yang terlarut dalam air. Teknik ini banyak diterapkan di laboratorium maupun industri yang memerlukan air murni. Prinsip Distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih komponen penyusun campuran. Oleh karena itu penggunaan distilasi tidak terbatas pada campuran padat-cair, dapat juga digunakan untuk campuran cair-cair, misalkan campuran alkohol dan air. Titik didih alkohol 65oC dan air 100oC, akibatnya saat distilasi dilakukan alkohol menguap lebih dulu, sehingga alkohol dinyatakan sebagai distilat.
4. Kromatografi :
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud, baik padat, cair maupun gas. Cara ini dipakai jika campuran tidak dapat dipisahkan dengan cara yang lain. Dasar kromatografi adalah perbedaan daya serap satu zat dengan zat lainnya. Jika komponen campuran (misalnya A, B, dan C) dialirkan dengan suatu pelarut melalui padatan tertentu, maka A, B, dan C akan bergerak dengan kecepatan berbeda, karena daya serap padatan itu terhadap komponen tidak sama. Cairan atau pelarut yang membawa komponen bergerak disebut eluen atau fasa bergerak, sedangkan padatan yang menyerap komponen disebut adsorben atau fasa tetap. Syarat eluen harus dapat melarutkan semua komponen dan dapat mengalir, maka harus berupa cairan atau gas. Eluen dapat merupakan zat murni atau campuran, misalnya eter murni atau alkohol 50%. Kromatografi sendiri terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :
- Kromatografi kolom
- Kromatografi kertas
- Kromatografi lempeng tipis
- Kromatografi gas
KOROSI
Nama : FERA FITRIA
Nim : 41615010052
Korosi merupakan fenomena kimia pada
bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan korosi pada dasarnya
merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung
dengan lingkungan berair dan oksigen.
Pada umumnya suatu peralatan
elektronik mengandung komponen logam yang mempunyai waktu hidup atau masa pakai
tertentu. Korosi pada komponen-komponen tersebut dapat menimbulkan kerugian
ekonomi akibat berkurangnya masa produktif peralatan elektronik
Dalam kehidupan sehari-hari, korosi
dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan-bangunan maupun
peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga,
besi-baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini.
Korosi
merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. Selain merupakan masalah ilmu
permukaan yang merupakan kajian dan perlu ditangani para ahli kimia. Korosi
juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkut umur, penyusutan dan efisiensi
pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan secara fisika, korosi
juga menyangkut kinetika reaksi yang menjadi wilayah kajian industri.
Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap
korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri
dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur
bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik
pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat
pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat
korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi)
terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik
maupun organik.
Korosi yang menyerang piranti maupun
komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan.
Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam
komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi
rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada
komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran
tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja
semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.
Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam
merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun
dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang
diakibatkannya.. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat
biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan
industri.
Pengendalian korosi pada peralatan elektronik
dapat dilakukan melalui pengendallian lingkungan atau ruangan di mana peralatan
tersebut ditempatkan. Penanganan masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan
perbaikan fasilitas produksi serta peralatan penunjang lainnya.
Kegiatan ini harus dapat mengidentifikasi,
mengantisipasi dan menangani masalah mungkin dilakukan terhadap fasilitas yang
berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. Upaya pengendalian korosi
ini harus melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin,
instalasi serta fasilitas lainnya. Masalah korosi dan upaya pengendaliannya
perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat
langsung dalam kegiatan industri. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam
upaya pengendalian korosi peralatan elektronik, antara lain adalah :
1.
Pencemaran udara akibat terlepasnya
bahan-bahan korosif ke lingkungan.
2. Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari
masuknya debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli
polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat
dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat
tersebut.
Penyebab
Korosi merata terjadi karena proses
anodik dan katodik yang berlangsung pada permukaan logam terdistribusi secara
merata. Ini terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan sehingga kontak yang
berlangsung mengakibatkan seluruh permukaan logam terkorosi. Korosi seperti ini
umumnya dapat kita temukan pada baja di atmosfer dan pada logam atau
paduan yang aktif terkorosi (potensial korosinya berada pada daerah kestabilan
ionnya dalam diagram potensial-pH).
Kesimpulan
1. Korosi merata dapat terjadi pada
logam dan paduan logam karena reaksi oksidasi dan reduksinya tersebar secara
merata pada logam dengan laju korosi yang relatif sama.
2. Logam yang terkorosi merata
terjadi akibat seluruh permukaan logam kontak dengan lingkungannya.
Langganan:
Komentar (Atom)



