Selasa, 27 Oktober 2015

jurnal

PENYISIHAN KEKERUHAN PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR SUNGAI TEMBALANG DENGAN TEKNOLOGI RAPID SAND FILTER
Nama : Fera Fitria
Nim : 41615010052

Latar Belakang
Desain dari teknologi rapid sand filter berbeda antara satu tempat debgan tempat yang lain karena memiliki perbedaan dari influentnya. Hal tersebut melatarbelakangi pengolahan air sungai di tembalang agar didapat desain yang optimal, efektif, dan efisien sehingga hasil keluaran dari rapid sand filter dapat digunakan masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola pengoperasian rapid sand filter dengan umpan iar sungai tembalang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah loading rate (10,11,12 gpm/fr2), tinggi media filter (60 dan 100 cm), serta penambahan koagulan terhadap air umpan. Ketersedian air yang cukup secara kuantitas, kualitas, dan kontuinitas sangat penting untuk keelangsungan hidup manusia. Yang menjadi masalah utama adalah kuakitas dan kuantitas air tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Terbatasnya jumlah air bersih tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dunia yang menyebabkan konsumsi air segar meningkat drastis. Krisis air bersih juga di sebabkan oleh penurunan kualitas air sebagai akibat dari pencemaran dan kegiatan manusia.
Rapid sand filter dapat digunakan untuk mengurangi padatan tersuspensi dan tingkat kekeruhan. Distem ini menggunakan media pasir sebagai filter bed, dimana suspended solid akan tertahan pada permukaan media pasir. Tersapat dua mekanisme penting dalam rapid sand filter yaitu, mekanisme perpindahhan dan penempelan. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penggunaan rapid sand filter pada pengolahan air sungai tembalang untuk memperoleh desaain yang optimal, efektif, dan efisien. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan kekeruhan, akan dikaji pengaruh loading rate, ketinggian media filter dan prises pretreatment terhadap tingkat kekeruhan affluent.

Hasil Penelitian
Umpan yang digunakan adalah air sungai tembalang yang terletak disekitar Universitas Diponegoro.  Sebelum pengambilan data dilakukan, filajukan pengukuran diameter efektif dan uniformity coefficient dari pasir yang digumakan. Variabel bebas yang ditentukan adalah loading rate 10,11,12 gpm/ft2 serta tinggi media filter 60 dan 100 cm. Air dari sungai tembalang ditampungg kedalam bak penampungan.operasi filter dimulai debgan dialirkannya air umpan kesalam kolom rapid sand filter. Setiap 5 menit dilakukan pencatatan kekeruhan. Prosedur ini dilakukan selama 60 menit. Setelah prosedur selesai maka dilajukan operasi backwash atau pencucian media filter selama 5 menit. Diameter efektif dan uniformity coefficient berpengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss yang terjadi pada filter. Semakin kecil diameter effektif yang digunakan maka penyisihan kekeruhan akan semakin baik. Hal ini dikarenakan semakin kecil diameter efektif, porositas media filter akan tertahan diatas permukaan pasir. Ketinggian media filter mempunyai pengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss. Semakin tinggi media bed yang dipakai mmaka penyisihan kekeruhan akan semakin baik namun headloss yang dihasilkan akan semakin besar. Hal ini dikarenakan semakin tinggi media filter maka semakin banyak ruang kosong antara partikel sehingga partikel yang terjebak dalam media filter akan lebih banyak dan penyisihan kekeruhan semakin baik. Semakin tinggi media filter juga dapat menyebabkan semakin besarnya headloss yang dihasilkan dan semakin ceoat clogging yang terjadi sehingga media filter harus di backwash agar hasil keluaran mencapai target yang di tentukan. Kualitas effluent tidak banyak dipengaruhi oleh kebaikan loading rate. Dan performa prisea filtrasi lebih tergantung pada karakteristik air influent, level, koagulasi, pretreatment, dan konfigurasi media. Pada penambahan koagulan teejadi pembentukan partikel, perubahan distribusi ukuran partikel dan perubahan karakteristik permukaan partikel.koagulasi adakah proses pengkondisian partikel padatan tersuspensi untuk terjadi gumpalan dan menghasilkan partikel yang lebih besar yang lebih mudah dihilangkan pada prises filtrasi. Kekeruhan dakam air disebabkan oleh padatan tersuspensi dalam bentuk lumpur kasar, lumpur hakus, dan koloid . Permukaan koloid memiliki muatan listrik sehingga koloid sulit untuk bersatu membentuk partikel yang berukuran lebih besar , akibatnya partikel stabil dan sulit untuk mengendap. Proses koagulasi diperlukan untuk menstabilkan koloid-koloid tersebut.

Kesimpulan
Variabel tinggi media filter memberikan effisiensi penyisihan kekeruhan yang tinggi adalah tinggi 100 cm.

Peluang penelitian selanjutnya
Tidak dilakukan penelitian selanjutnya lagi karena penelitian ini sudah cukup berhasil

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki


prinsip kesetimbangan kimia

Prinsip Kesetimbangan Kimia



KESETIMBANGAN
KIMIA
Keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk.



KESETIMBANGAN KIMIA
BERSIFAT DINAMIS
Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat).

CIRI-CIRI KEADAAN SETIMBANG
    Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut.
Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.
Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
Konsentrasi produk dan reaktan tetap.Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi
beberapa faktor :
1. KONSENTRASI ZAT
2. TEMPERATUR
3. TEKANAN ATAU VOLUME
PENGARUH KONSENTRASI ZAT TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 Kj
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA
Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
—Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
melepaskan kalor (eksoterm). 
Contoh : Pada persamaan reaksi
—[A] + [B] <==> [C] H = -X
[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor).
PENGARUH TEKANAN DAN VOLUME TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. Apabila tekanan pada sistem
 diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar.
"Tekana: Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2
KATALISATOR
Untuk mempercepat proses kesetimbangan kimia,sering dipergunakan zat tambahan lain yaitu katalisator. Dalam sistem kesetimbangan, katalisator tidak mempengaruhi letak kesetimbangan, katalisator hanya berperan mempercepat reaksi yang berlangsung, mempercepat terjadinya keadaan setimbang, pada akhir reaksi katalisator akan terbentuk kembali. Katalis tidak dapat menggeser kesetimbangan kimia.

Contoh Katalis dalam Reaksi Kimia

Hidrogen peroksida akan terurai menjadi air dan gas oksigen. Dua molekul hidrogen peroksida akan menghasilkan dua molekul air dan satu molekul oksigen. Katalis kalium permanganat dapat digunakan untuk mempercepat proses ini. Menambahkan kalium permanganat dengan hidrogen peroksida akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan panas, dan uap air akan keluar.


Konverter katalitik pada mobil mengandung platinum, yang berfungsi sebagai katalis untuk mengubah karbon monoksida, yang beracun, menjadi karbon dioksida.
Jika Anda menyalakan korek di sebuah ruangan yang mengandung gas hidrogen dan gas oksigen, akan ada ledakan dan sebagian besar hidrogen dan oksigen akan bergabung untuk menciptakan molekul air.





Kesetimbangan Kimia Dalam Industri
Konsep reaksi kesetimbangan banyak di terapkan dalam bidang industri. Beberapa industriyang menerapkan konsep reaksi kesetimbangan adalah industri amonia, asam sulfat, dan asamnitrat.

1.Industri amonia (NH3)

Amonia (NH3) merupakan gas yang tidak berwarna dengan bau menyengat dan sangatmudah larut dalam air. Amonia ini biasanya di gunakan dalam refrigerator dan dalam pembuatan pupuk, bahan peledak, dan plastik serta bahan kimia lainnya. Selainitu,amonia juga di gunakan sebagai pelarut.

2.Pembuatan H2SO4(aq)

(Asam sulfat)Proses kontak dilakukan untuk membuat H2SO4(aq) yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cat, pupuk, zat warna , detergen, dan larutan elektrolit dalam aki.

3.Pembuatan HNO3(Asam Nitrat)

Senyawa HNO3 merupakan bahan kimia penting yang digunakan sebagai bahan bakuuntuk peledak. Bahan peledak yang memakai bahan baku HNO3 dapat menimbulkan ledakan dahsyat. Contoh bahan peledak yang menggunakan HNO3, yaitu TNT

Senin, 26 Oktober 2015

TERMOKIMIA



Termokimia
Nama kelompok
Eva pebrianty purnama(41615010061)
Fera fitria(41615010052)

TERMOKIMIA
Ialah cabang kimia yang berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika.
Secara umum,termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia.
Termokimia digunakan memperikirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses proses berikut.
·       Reaksi kimia
·       Perubahan fase
·       Pembentukan larutan

Sebagian besar ciri-ciri dalam termodinamika berkembang dari penerapan hukum I termodinamika,hukum ‘kekekalan’ energi,untuk fumgsi keadaan berikut ini.
§  Energi entalpi (U)
§  Entalpi (H)
§  Entropi (s)
§  Energi bebas gibbs (G)
TERMOKIMIA:

·       Hukum termodinamika
·       Reaksi eksotern dan endotrn
·       Sistem dan lingkungan
·       Entalpi reaksi
·       Kalorimeter
·       Hukum hess
·       Entalpi reaksi berdasarkan data perubahan
·       Energi ikatan


Energy entalpi
- Entalpi pembentukan standar
-Entalpi penguraian standar
-Entalpi pembakaran standar
-Entalpi perlarutan standar

HUKUM TERMOKIMIA
Asas kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi energi tidak apat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Jumlah energi yang dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E).
Jika sistem menyerap kalor,maka E>0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor,E>0.
Hubungan antara energi dalam.kalor dan keda dirumuskan dalam hukum termodinamika.
 E=q+w

Keterangan:
 E=perubahan energi dalam
 q=jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
 q=+ jika sistem menyerap/menerima kalor
 q=-jumlah sistem melepaskan kalor
 w=jumlah kalor yang diterima/dilakukan sistem
 w=+ jika sistem menerima kerja
 w=- jika sistem melakukan kerja

Sistem dan lingkungan
Sistem adalah sejumlah zat atau campuran yang di pelajari sifat-sifat dan perilakunya ( bagian dari alam yang sedang jadi pusat perhatian).

Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa pertukaran materi dan energi.

Reaksi eksotern dan endotrn

REAKSI EKSOTERN:
ü Energi panas/kalor pindah dari sistem kelingkungan.
ü Perubahan entalpi = H < 0
ü Reaksinya melepas dan umumnya berlangsung spontan.
Terjadi penurunan entalpi.
REAKSI ENDOTRN:
-Energi panas/kalor pindah dari lingkungan ke sistem
-Perubahan entalpi = H > 0
-Reaksinya menyerap kalor dan umunya tidak   berlangsung spontan.
-Terjadi kenaikan entalpi.

Perubahan entalpi

Entalpi = H = kalor reaksi padatekanan tetap = Qp perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.

Pemutusan ikatan membutuhkan energi ( endotern )
       contoh: H2- 2H – a kj ; DH= +akJ

Pembentukan ikatan memberikan energi (eksotern)
       contoh: 2H- H2+a kj;DH =-a kj

HUKUM HESS
Hukum ini diajukan oleh germain hess,menyatakan bahwa entalphi realsi (H) hanya tergantung pada keadaan awal reaksi dan hasil reaksi dan tidak bergantung bpada jalannya reaksi.

      jika suatu reaksi merupakn aljabar dari dua atau lebih reaksi,maka perubahan entalphi(H)atau kalor reaksinya juga merupakan penjumlahan aljabar dari(H) yang menyertai reaksi.

      berdasarkan persamaan reaksi gas karbon diokssida dapat terbentuk melalui dua tahap,yang pertama pembentukan karbonmonoksida dari unsur-unsurnya dan dilanjutkan dengan oksidasi dan karbonmonoksida menjadi karbondioksida.

MATERI DAN PERUBAHAN MATERI

MATERI DAN PERUBAHAN MATERI

NAMA : FERA FITRIA
SHABIQ DZIKRULLAH
  • APA ITU MATERI?
Menurut Pakar Sains,materi adalah segala sesuatu yang memiliki ruang dan massa. Pengertian ruang menggambarkan bahwa materi memiliki tempat hunian yang dapat ditentukan dari volumenya, sedangkan massa menggambarkan jumlah partikel yang dikandungnya. Keberadaan massa dari materi dapat ditunjukkan oleh beratnya. Adanya dua besaran yang dimiliki materi, yakni massa  dan volume  dapat digunakan untuk mengenal dan membedakan materi.

Ex : antara air dan bensin, jika kedua cairan itu massanya sama maka volumenya tidak akan sama, begitu juga sebaliknya, jika volumenya sama makan massanya akan berbeda


  • PERUBAHAN MATERI  

         Keadaan materi dapat dikenali berdasarkan sifat fisik maupun kimiawinya. Sifat fisik suatu materi dinyatakan melalui wujud, warna, titik leleh, dan lainnya. Sedangkan sifat kimia suatu materi dapat diketahui dari kemampuan melakukan perubahan kimia.

Ex : bensin lebih mudah terbakar dibanding minyak tanah.

Perubahan materi sendiri terbagi menjadi 2, yaitu :
PERUBAHAN FISIKA
PERUBAHAN KIMIA




  • PERUBAHAN  FISIKA
          Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak disertai dengan pembentukan zat yang jenisnya baru.

Ex : Contoh perubahan fisika misalkan perubahan air menjadi es, atau perubahan air menjadi uap air. Kedua perubahan ini tidak mengubah baik sifat maupun struktur air. Perubahan yang terjadi hanya bersifat fisik, dari cair menjadi padat (es) atau dari cair menjadi gas.



  • PERUBAHAN KIMIA
          Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang menghasilkan jenis dan sifat berbeda dari zat semula, atau dinamakan juga reaksi kimia. Dalam perubahan kimia, dihasilkan jenis materi yang berbeda dengan materi semula, sehingga terdapat dua istilah yang digunakan dalam reaksi kimia, yaitu : zat semula dinamakan reaktan atau pereaksi, dan zat yang terbentuk dinamakan hasil reaksi/produk reaksi.


Ex : Contoh perubahan kimia adalah pembakaran kayu, jika kayu dibakar akan menghasilkan arang kayu, jika dibandingkan antara kayu dan arang kayu keduanya memiliki jenis dan sifat yang berbeda, karena itu pembakaran kayu bukan termasuk perubahan fisika, tetapi termasuk dalam perubahan kimia. Pada pembakaran kayu, kayu dinamakan pereaksi/reaktan dan arang kayu dinamakan hasil reaksi.


  • MANFAAT PERUBAHAN MATERI
          Prinsip-prinsip perubahan materi banyak dimanfaatkan untuk memperoleh bahan-bahan baru (new materials) atau bahan yang jarang ditemukan di alam, tetapi sangat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Hampir semua industri yang memproduksi bahan baku menggunakan prinsip-prinsip reaksi kimia.
Ex : Dalam industri plastik, zat-zat organik yang bersumber dari gas alam dan minyak bumi diubah melalui proses kimia menjadi plastik, seperti Polietilen (PE), Polipropilen (PP), dan Polivinilklorida (PVC). PVC digunakan untuk pipa saluran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan paralon.
  • PENGGOLONGAN MATERI
          Ada dua cara untuk menggolongkan materi, yaitu secara fisik dan secara kimia. Penggolongan secara fisik lebih menekanan pada wujud materi seperti padat, cair, dan gas, sedanngkan penggolongkan kimia lebih menekankan terhadap komposisi dan struktur materi, seperti zat tunggal dan campuran. Berdasarkan sifat kimia, materi digolongkan menurut komposisi dan sifat materi.
  • UNSUR
          Unsur adalah zat murni yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir). Unsur merupakan bahan dasar penyusun materi. Sampai saat ini dikenal 118 macam unsur alam dan unsur buatan, baik berupa unsur logam, maupun unsur nonlogam. Pada umumnya unsur-unsur di alam tidak pada keadaan bebas, melainkan berkoalisi membentuk suatu materi dinamakan molekul.
Ex : karbon dan hidrogen dapat bergabung membentuk minyak bumi, karbon dan kalsium serta oksigen bergabung membentuk kapur, dan banyak lagi materi lain yang merupakan gabungan dua atau lebih unsur.




  • SENYAWA 
          Berbeda dengan unsur, senyawa adalah zat murni yang dapat terurai melalui reaksi kimia biasa membentuk zat-zat lain yang lebih sederhana. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih yang terdapat dalam suatu materi, yang dihasilkan melalui reaksi kimia.
Ex : Air tergolong senyawa, sebab dengan cara elektrolisis air dapat terurai menjadi gas hidrogen dan gas oksigen, komposisi keduanya lebih sederhana daripada air. Antara air, gas hidrogen, dan gas oksigen masing-masing memiliki sifat fisik dan kimia berbeda.


  • CAMPURAN
       Campuran adalah suatu materi yang tersusun atas dua atau lebih zat dengan komposisi tidak tetap dan masih memiliki sifat-sifat zat asalnya. Dengan kata lain, suatu jenis materi dikatakan campuran jika materi tersebut memiliki keragaman dalam komposisi dan sifat-sifat asalnya masih tampak. Campuran dapat digolongkan ke dalam campuran serbaneka (heterogen) dan campuran serbasama (homogen).
  • HETEROGEN
          Suatu materi dikatakan campuran serbaneka jika materi tersebut memiliki komponen penyusun yang dapat dibedakan, dan sifat masing-masing komponen penyusunnya masih nampak.
Ex : Campuran gula pasir dan garam dapur. Walaupun sama-sama berwarna putih, kedua bahan tersebut masih dapat dibedakan, dan sifat masing-masing bahan masih tampak (rasa asin dan manis masih terasa).





  • HOMOGEN
        Homogen adalah suatu campuran apabila keseluruhan materi penyusun campuran itu tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya, tetapi sifat masing-masing komponen penyusunnya masih tampak.
Ex : Contohnya air teh manis, dari sudut pandang campuran dari teh, air, dan gula tampak serbasama, baik warna, rasa, maupun kekentalannya, sehingga tidak dapat dibedakan mana teh, mana air, dan mana gula, tetapi sifat dari masing-masing komponennya masih ada, seperti rasa manis gula, warna cokelat dari teh, dan wujud cair yang berasal dari air.



  • CARA MEMISAHKAN CAMPURAN SECARA FISIK
1. Penyaringan :  
Di laboratorirum kimia, teknik ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran padat-cair. Dalam reaksi kimia yang menghasilkan endapan, padatan yang dihasilkan dapat dipisahkan dari cairannya menggunakan teknik penyaringan. Dalam penyaringan, zat yang lolos dari saringan dinamakan filtrat, dan yang tersaring dinamakan residu.


2. Rekristalisasi :
Teknik ini biasa digunakan untuk memperoleh kristal murni yang tercampur dengan pengotornya. Misalnya, pada reaksi antara raksa dan bromin dihasilkan dua macam senyawa, yaitu Raksa (II) Bromida sebagai hasil utama dan Raksa (I) Bromida sebagai hasil sampingan, kedua produk ini sifatnya berbeda. Pemisahan kedua produk tersebut dapat dilakukan dengan cara rekristalisasi berdasarkan perbedaan kelarutan di dalam air.


3. Distilasi :
Teknik ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran dalam bentuk cair, seperti air laut, yang merupakan campuran garam-garam yang terlarut dalam air. Teknik ini banyak diterapkan di laboratorium maupun industri yang memerlukan air murni. Prinsip Distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih komponen penyusun campuran. Oleh karena itu penggunaan distilasi tidak terbatas pada campuran padat-cair, dapat juga digunakan untuk campuran cair-cair, misalkan campuran alkohol dan air. Titik didih alkohol 65oC dan air 100oC, akibatnya saat distilasi dilakukan alkohol menguap lebih dulu, sehingga alkohol dinyatakan sebagai distilat.



4. Kromatografi :
 Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud, baik padat, cair maupun gas. Cara ini dipakai jika campuran tidak dapat dipisahkan dengan cara yang lain. Dasar kromatografi adalah perbedaan daya serap satu zat dengan zat lainnya. Jika komponen campuran (misalnya A, B, dan C) dialirkan dengan suatu pelarut melalui padatan tertentu, maka A, B, dan C akan bergerak dengan kecepatan berbeda, karena daya serap padatan itu terhadap komponen tidak sama. Cairan atau pelarut yang membawa komponen bergerak disebut eluen atau fasa bergerak, sedangkan padatan yang menyerap komponen disebut adsorben atau fasa tetap. Syarat eluen harus dapat melarutkan semua komponen dan dapat mengalir, maka harus berupa cairan atau gas. Eluen dapat merupakan zat murni atau campuran, misalnya eter murni atau alkohol 50%. Kromatografi sendiri terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :

  1. Kromatografi kolom
  2. Kromatografi kertas
  3. Kromatografi  lempeng tipis
  4. Kromatografi gas

KOROSI



Nama : FERA FITRIA
Nim : 41615010052

Korosi merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan korosi pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.
Pada umumnya suatu peralatan elektronik mengandung komponen logam yang mempunyai waktu hidup atau masa pakai tertentu. Korosi pada komponen-komponen tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi akibat berkurangnya masa produktif peralatan elektronik
Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini.
Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. Selain merupakan masalah ilmu permukaan yang merupakan kajian dan perlu ditangani para ahli kimia. Korosi juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkut umur, penyusutan dan efisiensi pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan secara fisika, korosi juga menyangkut kinetika reaksi yang menjadi wilayah kajian industri.
Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. 
Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.

Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya.. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri. 
 Pengendalian korosi pada peralatan elektronik dapat dilakukan melalui pengendallian lingkungan atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Penanganan masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi serta peralatan penunjang lainnya.
Kegiatan ini harus dapat mengidentifikasi, mengantisipasi dan menangani masalah mungkin dilakukan terhadap fasilitas yang berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. Upaya pengendalian korosi ini harus melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin, instalasi serta fasilitas lainnya. Masalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan industri. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi peralatan elektronik, antara lain adalah :
         1. Pencemaran udara akibat terlepasnya bahan-bahan korosif ke lingkungan. 
         2. Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat tersebut.

Penyebab
Korosi merata terjadi karena proses anodik dan katodik yang berlangsung pada permukaan logam terdistribusi secara merata. Ini terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan sehingga kontak yang berlangsung mengakibatkan seluruh permukaan logam terkorosi. Korosi seperti ini umumnya dapat kita  temukan pada baja di atmosfer dan pada logam atau paduan yang aktif terkorosi (potensial korosinya berada pada daerah kestabilan ionnya dalam diagram potensial-pH).

Kesimpulan
1. Korosi merata dapat terjadi pada logam dan paduan logam karena reaksi oksidasi dan reduksinya tersebar secara merata pada logam dengan laju korosi yang relatif sama.
2. Logam yang terkorosi merata terjadi akibat seluruh permukaan logam kontak dengan lingkungannya.

http://pelajarantentangmesin.blogspot.co.id/2014/02/korosi.html