PENYISIHAN KEKERUHAN PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR SUNGAI TEMBALANG DENGAN TEKNOLOGI RAPID SAND FILTER
Nama : Fera Fitria
Nim : 41615010052
Latar Belakang
Desain dari teknologi rapid sand filter berbeda antara satu tempat debgan tempat yang lain karena memiliki perbedaan dari influentnya. Hal tersebut melatarbelakangi pengolahan air sungai di tembalang agar didapat desain yang optimal, efektif, dan efisien sehingga hasil keluaran dari rapid sand filter dapat digunakan masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola pengoperasian rapid sand filter dengan umpan iar sungai tembalang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah loading rate (10,11,12 gpm/fr2), tinggi media filter (60 dan 100 cm), serta penambahan koagulan terhadap air umpan. Ketersedian air yang cukup secara kuantitas, kualitas, dan kontuinitas sangat penting untuk keelangsungan hidup manusia. Yang menjadi masalah utama adalah kuakitas dan kuantitas air tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Terbatasnya jumlah air bersih tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dunia yang menyebabkan konsumsi air segar meningkat drastis. Krisis air bersih juga di sebabkan oleh penurunan kualitas air sebagai akibat dari pencemaran dan kegiatan manusia.
Rapid sand filter dapat digunakan untuk mengurangi padatan tersuspensi dan tingkat kekeruhan. Distem ini menggunakan media pasir sebagai filter bed, dimana suspended solid akan tertahan pada permukaan media pasir. Tersapat dua mekanisme penting dalam rapid sand filter yaitu, mekanisme perpindahhan dan penempelan. Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penggunaan rapid sand filter pada pengolahan air sungai tembalang untuk memperoleh desaain yang optimal, efektif, dan efisien. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan kekeruhan, akan dikaji pengaruh loading rate, ketinggian media filter dan prises pretreatment terhadap tingkat kekeruhan affluent.
Hasil Penelitian
Umpan yang digunakan adalah air sungai tembalang yang terletak disekitar Universitas Diponegoro. Sebelum pengambilan data dilakukan, filajukan pengukuran diameter efektif dan uniformity coefficient dari pasir yang digumakan. Variabel bebas yang ditentukan adalah loading rate 10,11,12 gpm/ft2 serta tinggi media filter 60 dan 100 cm. Air dari sungai tembalang ditampungg kedalam bak penampungan.operasi filter dimulai debgan dialirkannya air umpan kesalam kolom rapid sand filter. Setiap 5 menit dilakukan pencatatan kekeruhan. Prosedur ini dilakukan selama 60 menit. Setelah prosedur selesai maka dilajukan operasi backwash atau pencucian media filter selama 5 menit. Diameter efektif dan uniformity coefficient berpengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss yang terjadi pada filter. Semakin kecil diameter effektif yang digunakan maka penyisihan kekeruhan akan semakin baik. Hal ini dikarenakan semakin kecil diameter efektif, porositas media filter akan tertahan diatas permukaan pasir. Ketinggian media filter mempunyai pengaruh terhadap penyisihan kekeruhan dan headloss. Semakin tinggi media bed yang dipakai mmaka penyisihan kekeruhan akan semakin baik namun headloss yang dihasilkan akan semakin besar. Hal ini dikarenakan semakin tinggi media filter maka semakin banyak ruang kosong antara partikel sehingga partikel yang terjebak dalam media filter akan lebih banyak dan penyisihan kekeruhan semakin baik. Semakin tinggi media filter juga dapat menyebabkan semakin besarnya headloss yang dihasilkan dan semakin ceoat clogging yang terjadi sehingga media filter harus di backwash agar hasil keluaran mencapai target yang di tentukan. Kualitas effluent tidak banyak dipengaruhi oleh kebaikan loading rate. Dan performa prisea filtrasi lebih tergantung pada karakteristik air influent, level, koagulasi, pretreatment, dan konfigurasi media. Pada penambahan koagulan teejadi pembentukan partikel, perubahan distribusi ukuran partikel dan perubahan karakteristik permukaan partikel.koagulasi adakah proses pengkondisian partikel padatan tersuspensi untuk terjadi gumpalan dan menghasilkan partikel yang lebih besar yang lebih mudah dihilangkan pada prises filtrasi. Kekeruhan dakam air disebabkan oleh padatan tersuspensi dalam bentuk lumpur kasar, lumpur hakus, dan koloid . Permukaan koloid memiliki muatan listrik sehingga koloid sulit untuk bersatu membentuk partikel yang berukuran lebih besar , akibatnya partikel stabil dan sulit untuk mengendap. Proses koagulasi diperlukan untuk menstabilkan koloid-koloid tersebut.
Kesimpulan
Variabel tinggi media filter memberikan effisiensi penyisihan kekeruhan yang tinggi adalah tinggi 100 cm.
Peluang penelitian selanjutnya
Tidak dilakukan penelitian selanjutnya lagi karena penelitian ini sudah cukup berhasil
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar