Nama : FERA FITRIA
Nim : 41615010052
Korosi merupakan fenomena kimia pada
bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan korosi pada dasarnya
merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung
dengan lingkungan berair dan oksigen.
Pada umumnya suatu peralatan
elektronik mengandung komponen logam yang mempunyai waktu hidup atau masa pakai
tertentu. Korosi pada komponen-komponen tersebut dapat menimbulkan kerugian
ekonomi akibat berkurangnya masa produktif peralatan elektronik
Dalam kehidupan sehari-hari, korosi
dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan-bangunan maupun
peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga,
besi-baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini.
Korosi
merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. Selain merupakan masalah ilmu
permukaan yang merupakan kajian dan perlu ditangani para ahli kimia. Korosi
juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkut umur, penyusutan dan efisiensi
pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan secara fisika, korosi
juga menyangkut kinetika reaksi yang menjadi wilayah kajian industri.
Penyebab Korosi
Faktor yang berpengaruh terhadap
korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri
dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur
bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik
pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat
pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat
korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi)
terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik
maupun organik.
Korosi yang menyerang piranti maupun
komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan.
Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam
komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi
rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada
komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran
tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja
semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.
Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam
merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun
dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang
diakibatkannya.. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat
biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan
industri.
Pengendalian korosi pada peralatan elektronik
dapat dilakukan melalui pengendallian lingkungan atau ruangan di mana peralatan
tersebut ditempatkan. Penanganan masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan
perbaikan fasilitas produksi serta peralatan penunjang lainnya.
Kegiatan ini harus dapat mengidentifikasi,
mengantisipasi dan menangani masalah mungkin dilakukan terhadap fasilitas yang
berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. Upaya pengendalian korosi
ini harus melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin,
instalasi serta fasilitas lainnya. Masalah korosi dan upaya pengendaliannya
perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat
langsung dalam kegiatan industri. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam
upaya pengendalian korosi peralatan elektronik, antara lain adalah :
1.
Pencemaran udara akibat terlepasnya
bahan-bahan korosif ke lingkungan.
2. Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari
masuknya debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli
polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat
dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat
tersebut.
Penyebab
Korosi merata terjadi karena proses
anodik dan katodik yang berlangsung pada permukaan logam terdistribusi secara
merata. Ini terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan sehingga kontak yang
berlangsung mengakibatkan seluruh permukaan logam terkorosi. Korosi seperti ini
umumnya dapat kita temukan pada baja di atmosfer dan pada logam atau
paduan yang aktif terkorosi (potensial korosinya berada pada daerah kestabilan
ionnya dalam diagram potensial-pH).
Kesimpulan
1. Korosi merata dapat terjadi pada
logam dan paduan logam karena reaksi oksidasi dan reduksinya tersebar secara
merata pada logam dengan laju korosi yang relatif sama.
2. Logam yang terkorosi merata
terjadi akibat seluruh permukaan logam kontak dengan lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar